harmonesia.jpeg

Seminar Nasional Harmoni Indonesia

" Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia "

Latar Belakang

Kekerasan terhadap anak telah menjadi keprihatinan bersama dari berbagai pihak. Hampir setiap hari berbagai berita memuat tentang kenestapaan anak-anak Indonesia dengan berbagai ragam dan polanya. Anak-anak Indonesia dalam bahaya dan semua pihak harus dalam keadaan siaga karena kekerasan terhadap anak terus saja terjadi baik dalam masyarakat, sekolah maupun dalam keluarga sendiri. Sebut saja kasus pelecehan seksual di sebuah sekolah internasional di Jakarta (April 2014); Kasus pembunuhan Agl (8 tahun) di Bali yang hilang pertengahan Mei 2015 dan ditemukan dalam keadaan tewas dan dikubur di rumah ibu angkatnya sendiri; kasus perkosaaan terhadak anak perempuan di Manado oleh 15 laki-laki (Januari 2016), serta baru-baru ini kasus YY (14 tahun) di Bengkulu, yang diperkosa dan dibunuh beramai-ramai oleh 14 laki-laki, dimana 10 orang diantaranya berusia anak (April 2016). Sungguh miris dan menyayat hati menyimak berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang sempat dimuat di berbagai media massa. Belum lagi ratusan bahkan mungkin ribuan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak yang terjadi di berbagai daerah yang belum terungkap oleh media. Semua itu tak lepas dari pranata sosial yang berkembang di berbagai satuan sosial untuk sarana sosialisasi dan interaksi sosial yang sehat berbasis nilai-nilai etik dan estetik. Berbagai perlakuan buruk yang menghambat tumbuh kembang anak secara optimal telah menghadirkan Konvensi Hak Anak, yang diadopsi oleh PBB pada tahun 1989, Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak, yaitu (a) Prinsip non-diskriminasi – tidak ada pembenaran terhadap diskriminasi atas alasan apapun; (b) Prinsip kepentingan terbaik anak; (c) Hak atas untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; serta (d) Penghargaan terhadap pendapat anak. Di tingkat nasional telah diperjuangkan berbagai Undang-Undang untuk melindungi anak dan perempuan, antara lain UU tentang Perlindungan Anak (no 23 tahun 2002) dan UU perubahannya (UU no 35 tahun 2014); UU tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumahtangga (No 23 Tahun 2004); UU tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (no 21 tahun 2007), UU tentang Anti Pornografi (no 44 tahun 2008), serta UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (no 11 thn 2012). Meski demikian, berbagai persoalan diskriminasi, perlakuan buruk dan kekerasan terus terjadi pada perempuan dan anak. Hal menunjukkan bahwa pendekatan hukum saja tidaklah cukup dalam menghadapi berbagai ketimpangan dan kenestapaan yang menimpa anak-anak Indonesia. Dibutuhkan kajian mendalam dengan berbagai disiplin ilmu agar menemukan jalan keluar yang komprehensif dalam menjunjung tinggi martabat anak sebagai generasi pemimpin masa depan bangsa. Untuk itulah Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus menyelenggarakan acara tahunan Seminar Nasional dan Call for Papers Harmoni Indonesia (SNCP-HARMONESIA). Untuk tahun ini secara khusus mengangkat tema: “Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia”. Forum HARMONESIA mengundang para guru, akademisi, peneliti, praktisi dan aktivis sosial untuk terlibat menulis paper dengan tema tersebut sesuai disiplin ilmunya masing-masing untuk memperkaya perspektif sehingga benang kusut problematika anak-anak Indonesia bisa teridentifikasi dengan baik dan sekaligus menemukan solusi yang tepat dan jitu selaras dengan budaya nusantara.

Tujuan dan Target Kegiatan

Kegiatan ini diselenggarakan memiliki tujuan dan tarjet sebagai berikut:

  1. Membangun kesadaran bersama bahwa setiap anak adalah amanah dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki potensi-potensi luar biasa untuk menjadi JUARA sehingga perlu diperlakukan dengan ramah agar bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal dalam menjalan peran dan fungsinya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT.
  2. Mengidentifikasi berbagi problematika anak-anak Indonesia terkini di tengah tantangan lokal dan global dan sekaligus mendesak untuk segera diatasi dan disikapi oleh segenap komponen bangsa.
  3. Menemukan kembali berbagai kearifan lokal dan perilaku terbaik (best practices) dalam warisan budaya nusantara yang relevan dalam meneguhkan ketahanan anak-anak Indonesia.
  4. Membangun komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat baik dari pemerintahan maupun dan institusi non pemerintah lain untuk mendorong pemenuhan hak dasar bagi anak agar mereka mampu melejitkan segala potensinya untuk membangun bangsa yang berkarakter dan bermartabat di tengah bangsa-bangsa di dunia
  5. Terbangunnya jejaring perlindungan anak Indonesia dari berbagai komponen masyarakat secara kuat dan terpadu menuju terbangunnya Kota Layak Anak dan pendidikan yang ramah anak baik dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar.

Nama dan Tema Kegiatan

Seminar Nasional Harmoni Indonesia

Tema : "Meneguhkan Ketahanan Anak Indonesia"

Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Hari/Tanggal : Selasa / 13 Oktober 2016

Waktu :

Sesi Pleno (Jam 08.30 - 12.00 WIB)

Sesi Paralel (Jam 13.00 - 16.00 WIB)

Tempat : Aula Seminar Rektorat STAIN Kudus

Deadline : 2 Oktober 2016

Pengumuman : 5 Oktober 2016

Fasilitas dan Akomodasi

10 Paper terbaik berkesempatan diterbitkan di Palastren Jurnal Studi Gender STAIN Kudus Terakreditasi Menristek Dikti melalui SK Nomor : 36a/E/KPT/2016

Peserta

  1. Utusan pengurus PSG/A dari berbagai daerah Indonesia terutama dari Jawa Tengah
  2. Dosen
  3. Utusan mahasiswa
  4. Utusan pesantren, madrasah dan sekolah
  5. Pemakalah yang papernya lolos selesksi

Kontak

Manijo : 08156860482

Sanusi : 089665829651

Email : psg@stainkudus.ac.id

Pedoman Peserta

Pedoman penulisan dan keikutsertaan dapat didownload melalui link berikut ini : Pedoman Peserta

Nara Sumber

1.jpg

Dr. Siti Syamsiyatun

Direktur Indonesian Concortium for Religius Studies (ICRS), Yogyakarta

Asrorun-Niam-Sholeh-.jpg

Dr. M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta

small_7nursaid_2016.jpg

Nur Said, MA., M.Ag

Ketua Pusat Studi Gender STAIN Kudus

Nur_Hasyim_MA.jpg

Nur Hasyim, MA

Praktisi Pendampingan Anak di WCC Rifka Annisa Yogyakarta

Daftar Peserta
No Nama Status Lembaga Judul
1 Aufal Khima Pelajar/Mahasiswa STAIN Kudus Peningkatan Ketahanan Islamic Character Pada Anak Melalui Pendidikan Tanpa Kekerasan
2 Barnypok Umum oJkBwnzMlJgDujmF
3 Dr. Hj. Ulya, M.ag Pengajar Stain kudus Mewaspadai kekerasan simbolik dalam relasi orang tua dan anak
4 Ismanto, S.Si., M.Pd. Pengajar STAIN Kudus Mohon segera diisi...
5 Kholidia Efining Mutiara Pelajar/Mahasiswa STAIN Kudus MENTRADISIKAN MENTAL BERADAB ANAK( Pengakaran Pendidikan Sosial dan Agama pada Jiwa Kemanusiaan Anak)
6 Lutfiyah Pengajar UIN Walisongo Semarang PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK:NORMATIF DAN APLIKATIF(Studi Ayat 13-19 Surat Luqman)
7 M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita Pengajar Stain Kudus &Stain Kediri
8 moh rosyid Pengajar stain kudus
9 Moh. Muhtador, M. Hum Umum UIN SUKA Yogyakarta
10 Moh. Muhtador, M. Hum Umum UIN SUKA Yogyakarta KRITIK GENDER ATAS RELASI AGAMA DAN BUDAYA PATRIARKI(TELAAH PEMIKIRAN RIFFAT HASAN ATAS KEKERASAN ANAK)
11 Muzdalifah, M. Si Pengajar STAIN Kudus

Keterangan : Untuk Upload materi (Judul, abstrak, isi dan lain-lain) silahkan login menggunakan email dan password yang sudah anda masukkan. Jika kesulitan silahkan hubungi Contact Person kami atau melalui tipd@stainkudus.ac.id

Form Registrasi

Silahkan lengkapi Form dibawah ini